Record Detail Back
ANALISIS RISIKO PENGALIHAN PENGELOLAAN BANDARA DEPATI AMIR - PANGKAL PINANG DARI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA KEPADA PT(Persero) ANGKASA PURA II
PT (Persero) Angkasa Pura II adalah Badan Us aha Milik Negara yang mengelola bisnis kebandarudaraan, sejak resmi didirikan pada tahun 1993 hingga saat ini, mengelola 10 Bandara di kawasan barat Indonesia. Kondisi Industri penerbangan saat ini mengalarni kemajuan cukup pesat dirnana terjadi Deregulasi Aviation industry ( boming lonjakan penumpang akibat Low Cost Carrier), Pertumbuhan kapasitas airport tidak secepat pertumbuhan airlines dan penurnpang, Safety security issues, tuntutan atas pelayanan yang lebih baik, Political issues (RUU Penerbangan), ini adalah sebagai indikasi kepada Angkasa Pura II untuk menghadapi risiko tirnbulnya competitor. Dalam menghadapi kondisi tersebut APII perlu mengatur strategi dengan penarnbahan bandara untuk memperluas pangsa pasar dan menciptakan barrier to entry bagi competitor, salah satunya adalah pengalihan Bandara Depati Arnir Pangkal Pinang propensi Bangka Belitung, proses pengalihan sudah sampai pada tahap penenyrahan dari pemerintah kepada APII, setelah serah terirna maka seluruh risiko menjadi tanggung jawab APII untuk diurusi Manajemen risiko merupakan suatu pendekatan yang dapat digunakan
untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. Manajemen risiko perusahaan merupakan suatu siklus yang dirnulai dari proses identifikasi, pengukuran risiko, penanganan risiko sampai dengan proses pengawasan yang kemudian kembali pada proses identifikasi selanjutnya.
Risiko pengalihan pengelolaan diidentifikasi dan dinilai. Analisis faktor dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor utarna yang mempengaruhi pengalihan pengelolaan, Penilaian risiko-risiko tersebut kemudian dipetakan dalam matriks probabilitas dan darnpak, untuk menentukan risiko-risiko utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utarna dalam pengalihan pengelolaan Bandara Depati Amir adalah Faktor budaya kerja, Strategi bisnis, Sumber Daya Manusia dan Faktor Financial, merupakan usulan-usulan yang diharapkan dapat mengurangi dampak dan peluang terjadinya risiko-risiko utarna dalam pengalihan pengelolaan Bandara Depati Arnir-Pangkal Pinang.







