Record Detail Back

XML

KAJIAN KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN LAUT PERINTIS DALAM UPAYA PENATAAN PELAYANAN ANGKUTAN LAUT PERINTIS (STUDI KASUS TRAYEK R5 PELABUHAN PANGKAL TG.PINANG)


Berawal dari konsekuensi logis dan realita berkembang, nyata sekali peran Angkutan Laut Perintis sebagai angkutan laut nasional yang dapat menjadi jembatan antar pulau dan daerah terpencil dalam melaksanakan pemerataan pembangunan di berbagai sektor dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, permasalahan timbul sehubungan pelayanan angkutan laut perintis yang belum optimal berupa rendahnya kinerja penyelengggara angkutan laut perintis di daerah, waktu tunggu kapal yang masih tinggi, kurangnya perangkat keselamatan berlayar, ruang penempatan penumpang dan barang yang kurang layak, tidak maksimalnya pelayanan di pelabuhan tujuan, kurangnya perhatian regulator di daerah hingga pungutan liar. Kesemua ini tidak sejalan dengan keinginan dan upaya pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan jasa pelayaran perintis yang teratur, lancar, aman, nyaman dan terjangkau. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat pelyanan angkutan laut perintis pada trayek R5 selama tahun 2003 sampai dengan 2009 di pelabuhan Pangkal Tanjung Pinang sehingga terwujud penataan pelayanan Angkutan Laut Perintis trayek R5 yang dapat mengoptimalkan pelayanan kebutuhan masyarakat. Metode deskriptif dipilih menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan dua variabel, yaitu kinerja operasional angkutan laut perintis dan kinerja pelayanan operator dan regulator. Teknik analisis data yang diterapkan adalah nilai opini masyarakat/ penumpang berupa kuisioner.
Hasil kajian mendapati perkembangan pelayanan angkutan laut perintis yang meliputi realisasi muatan barang dan penumpang dari tahun 2003 hingga tahun 2009 cenderung mengalami penurunan namun jaringan trayek R5 mengalami peningkatan. Kinerja pelayanan angkutan laut perintis untuk pemanfaatan kapasitas barang terjual dan penumpang terjual pada beberapa ruas trayek R5 pelabuhan Pangkal Tanjung Pinang ke pelabuhan persinggahan menunjukkan load factor > 50 % dan mendekati load factor 50 % yang diasumsikan sudah berkembang baik meskipun belum optimal. Kondisi yang sama terjadi pada penataan pelayanan trayek angkutan laut perintis telah mencapai load factor > 50 % dan mendekati load facor 50 %. Kajian ini merekomendasikan penambahan jumlah armada, pengaturan kembali ke atas seluruh trayek yang belum mencapai load factor > 50% dan atau mendekati 50% serta diperlukan kerjasama antara operator kapal perintis dengan pemerintah setempat agar dapat berkoordinasi dan mengevaluasi pelayanan angkutan perintis.
Aswanti Setyawati - Personal Name
electronic file
STMT Trisakti
2011
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...